Perang Pasifik, 1941-1945

Dalam masa Perang Pasifik (1941-1945), Manado adalah kota Indonesia pertama yang diduduki pasukan Dai Nipon tanggal 11 Januari 1942, disusul Tarakan di Kaltim. Entah strategi militer apa yang dijalankan Jepang dengan menyerbu Minahasa dari tiga jurusan (Manado, Kema, Kalawiran Kakas) padahal Jawa baru diserbu bulan Maret tahun itu juga. Jika dihitung-hitung, Minahasa lebih lama dijajah Jepang daripada wilayah Indonesia lainnya.

Manado sudah menjadi ibukota Minahasa sejak zaman kolonial Belanda, dilanjutkan menjadi pusat pemerintahan pendudukan Jepang sampai 1944, dan kembali lagi jadi pusat pemerintahan dalam periode berikutnya. Sejalan dengan kemajuan Sekutu memukul mundur balatentara Jepang di Pasifik Selatan, maka mulai tahun 1944 Manado diserang dan mengalami pemboman besar-besaran dari pesawat-pesawat pembom Amerika B-29 (pembom tercanggih waktu itu). Manado hancur lebur sehingga rakyat kota ini dalam penderitaan masa perang terpaksa menyingkir jauh keluar kota. Bulan September 1944, tentara pendudukan tidak sanggup lagi mempertahankan Manado yang sudah hancur lebur, lalu mereka memindahkan pusat pemerintahan sipil dan militer ke kota Tondano. Akhirnya, Kaisar Hirohito mengumumkan penyerahan Jepang tanpa syarat. Pasukan-pasukan Sekutu di Pasifik datang bulan September 1945 merngambil alih kekuasaan Jepang dan menawan seluruh aparat militer dan sipil Dai Nippon. Perang usai, Indonesia merdeka, namun penderitaan rakyat Minahasa (terutama Manado) tidak segera terpulihkan, masih terus membekas sampai beberapa dekade berikutnya. Amerika Serikat yang pesawat-pesawat pembomnya menghancurleburkan Manado dan sekitarnya sedikit pun tidak memperhatikan kesengsaraan dan penderitaan Minahasa.

Kota Manado menderita paling parah karena satu-satunya kota (setidaknya di Indonesia bagian Timur) yang hancur lebur akibat serangan Amerika. Dan negara adidaya itu TIDAK PERNAH MINTA MAAF PADA RAKYAT MINAHASA!!! Oleh karena itu, PERLU DIDUKUNG TUNTUTAN YANG ADIL DARI RAKYAT MINAHASA AGAR AMERIKA SERIKAT MEMINTA MAAF KEPADA TOU MINAHASA pada khususnya, Sulawesi Utara pada umumnya. Dan selain menyampaikan permintaan maaf secara resmi, Amerika Serikat juga harus mewujudkannya dalam bentuk yang lebih nyata, yakni:

1. Mendirikan Konsulat Jenderal USA di kota Manado;

2. Memberikan beasiswa program Doktor (S3) berbagai disiplin ilmu ke Amerika Serikat sedikitnya 100 mahasiswa asal daerah ini setiap tahun, paling tidak selama 10 tahun berturut-turut, mulai tahun ajaran 2014.

3. Membantu perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sarana/prasarana kota Manado agar kota yang dulunya mereka hancur leburkan, yang selama ini pembangunannya hanya terkesan tambal sulam, dengan cepat menjadi kota modern yang sejajar dengan kota-kota dunia lainnya sebagai pusat bisnis, industri, ilmu pengetahuan, pelayanan sosial, kepariwisataan, dan sebagainya.

4. Membantu dalam perencanaan dan pengimplementasian pelestarian lingkungan hidup sebagai pelaksanaan dari gerakan internasional pembangunan (lingkungan) berkelanjutan.

5. Membantu warga Minahasa pada khususnya dan Sulawesi Utara pada umumnya yang sudah berada atau menetap di Amerika Serikat agar mereka memperoleh perhatian dan fasilitas khusus sehingga mampu berkembang secara sosial, mandiri secara ekonomi, dan kuat secara finansial sehingga mereka dapat turut membangun Minahasa sebagai tanah leluhurnya, kini dan di masa depan, yang akan menjadi sumber bangkitnya harkat, martabat, kemandirian dan jati diri bangsa seutuhnya.

Semoga Tuhan memberkati kita sekalian.

Tondano/Manado, Senin 8 Juli 2013

Sejarawan/Budayawan,

Fendy E. W. Parengkuan.

About these ads
This entry was posted in Reflection and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s